SEJARAH DESA
Desa Pasir Putih merupakan daerah pesisir pantai Teluk Bone,dimana pantai tersebut pasirnya warna putih. Pada zaman dahulu masih terdapat hutan rimba dengan binatang buas serta makhluk halus,yang pertama masuk kedaerah ini adalah Puang Sakka,tepatnya di ukkung dan disana Puang Sakka diganggu oleh makhluk halus, kemudian berpindah ke abbanuangnge (talungeng),dan mereka merasa aman dari makhluk halus,sehingga berdatanganlah orang membuat pemukiman dan dinamakan Kampung “Assitangnge” atau yang lebih dikenal “Setangnge”. Asal-usul penduduk bermacam-macam ada yang berasal dari Luwu,Bone,dan Sinjai.
Pemerintahan Pertama dipimpinan oleh Puang Munri,Kemudian diganti oleh Puang Kantoli selama dua tahun dan selanjutnya Puang Pongke. Terjadi Keadaan darurat antara gerombolan tentara kota dengan tentara gerilya, sehingga penduduk terpencar ada yang masuk kota dan ada yang masuk hutan. Pada tahun 1964-1970 Pemerintahan dalam hutan yaitu Kepala Ale Lawesso,kemudian Pa’Sinu, dan selanjutnya Pa’Beddu. Pada tahun 1970 penduduk yang telah terpencar tersebut bertemu di Tanete,maka diberi nama Duppawalie,yang dipimpin oleh Pa’Naheng